Rabu, 14 Agustus 2019

Achmad Baiquni Konsisten Cetak Kinerja Positif

Berita Bersama - saya selalu memberikan berita terhangat dan berita yang sedang ramai dibincangkan di media elektronik terkait artikel yang saya baca adalah sebagai berikut, selamat membaca.. Selama Achmad Baiquni sudah menjadi Direktur Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, pertumbuhan kinerja BNI terus berlanjut dan terjaga. Hal tersebut bisa dilihat pada tahun 2018, perusahaan plat merah tersebut masih mampu menjaga dan menunjukan kinerja positifnya.
Meraup keuntungan mencapai Rp7,44 triliun selama semester I-2018 atau tumbuh sebesar 16% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya hanya sebesar Rp6,41 triliun.

Jadi tak salah jika nama Achmad Baiquni ditunjuk sebagai Direktur Utama Bank BNI sebagai pengganti dari Gatot M Suwondo yang telah berakhir masa jabatannya.

Sepanjang tahun 2017, pria kelahiran 1957 ini berhasil mengantarkan BNI membukukan laba bersih sebesar Rp13,62 triliun. Perolehan laba tersebut meningkat 20,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp11,34 triliun. Pertumbuhan laba bersih ini merupakan hasil dari perkembangan bisnis pada segmen Business Banking dan Consumer Banking dengan disertai perbaikan kualitas aset.

Pertumbuhan laba bersih BNI ini didorong oleh kuatnya pertumbuhan Pendapatan Bunga Bersih (NII) yang disertai perbaikan kualitas aset. Pertumbuhan NII meningkat dari Rp15,40 triliun pada semester I/2017 menjadi Rp17,45 triliun pada periode yang sama tahun ini. Angka tersebut tumbuh 13,3 persen lebih cepat dibandingkan pertumbuhan NII di industri perbankan nasional yang hanya mencapai 3,4 persen per April 2018.

Pada Semester I/2018, BNI juga mencatat Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 13,5 persen. DPK ini didominasi oleh dana murah (CASA) yang komposisinya mencapai 63,8 persen dari total dana yang terhimpun. Ruang bagi BNI untuk menyalurkan kredit pun masih terbuka lebar, ditandai dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) yang mencapai 87,3 persen pada semester I/2018. Seluruh kondisi itu memberikan keyakinan BNI mempunyai likuiditas yang baik dan ruang yang cukup untuk melanjutkan ekspansi kredit pada semester II/2018.

Selain sukses dalam performa bisnis, kepemimpinan Achmad Baiquni juga patut diapresiasi dalam hal inovasi pelayanan nasabah. Seperti belum lama ini, BNI sudah meluncurkan delapan produk layanan yang dikembangkan dengan berbasis teknologi digital untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan layanan perbankan yang semakin cepat, efektif, dan efisien.

Kedelapan produk digital BNI itu adalah, UnikQu, BNI Acquiring Online, BNI API Management, BNI e-collection, BNI Debit Online, BNI SMS Payment, BNI i-Pay, dan Agen46. Selain itu, BNI juga melaunching produk inovasi bernama YAP (Your All Payment) yang memudahkan nasabah dalam bertransaksi. Di mana nasabah tidak perlu lagi menggunakan mesin EDC untuk bertransaksi.

Inovasi-inovasi yang dilakukan BNI tersebut bahkan mendapat apresiasi Presiden RI, Joko Widodo pada pameran Indonesia Banking Expo (IBEX) 2017 yang lalu. Presiden mendukung upaya BNI dalam memberikan kemudahan nasabah untuk bertransaksi, bahkan berpesan agar masyarakat di edukasi ketika implementasi aplikasi inovasi tersebut dilaksanakan. Keberhasilan demi keberhasilan yang diraih Achmad Baiquni tentu tak lepas dari pengalaman dan karirnya selama ini.

Alumni Universitas Padjadjaran yang meraih master dari Business Management, Asian Institute of Management, Filipina, ini sebelumnya pernah menjabat Direktur Bisnis Usaha Kecil Menengah dan Syariah, Direktur Konsumer, kemudian Direktur Keuangan di bank yang sama. Pria necis tersebut juga mengasah kemampuannya dengan mengikuti beberapa pelatihan, kursus, dan seminar perbankan di dalam dan luar negeri, di antaranya Risk Management in Retail Banking yang diadakan oleh BSMR di Belanda, Executive Training for Director yang diadakan oleh The Wharton School of The University of Pennsylvania di Amerika Serikat.

Sumber: ObsessionNews

Achmad Baiquni Gantikan Gatot M Suwondo Sebagai Dirut Bank BNI


sumber: google


Berita Bersama - saya selalu memberikan berita terhangat dan berita yang sedang ramai dibincangkan di media elektronik terkait artikel yang saya baca adalah sebagai berikut, selamat membaca.. Direktur Utama untuk Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, sudah ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) bahwa nama Achmad Baiquni ditunjuk sebagai Direktur Utama. 

Achmad Baiquni menggantikan posisi Gatot M Suwondo yang terlebih dahulu menjadi Direktur Utama dari Bank BNI. Sebelum menjadi Direktur Utama di BNI, Baiquni pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. Pada tanggal 20 Mei 2010 Achmad Baiquni diangkat sebagai Direktur Keuangan BRI.

Dirinya mulai berkarir dalam dunia perbankan di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sudah sudah sejak tahun 1984 dan pernah menduduki beberapa posisi yakni Direktur Bisnis Usaha Kecil, Menegah, dan Syariah, Direktur Korporasi, Direktur Konsumer, serta Achmad Baiquni sempat menjadi Pemimpin Divisi Pengelolaan Bisnis Personal.

Tidak lupa dirinya mendapatkan semua posisi tersebut karena jenjang pendidikan yang dikatakan baik. Dalam hal pendidikan saat ini Baiquni sudah menyabet gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Padjajaran, Bandung pada tahun 1982 dan Masters of Business Management dari Asian Institute of Management, Makati, Philipina pada tahun 1992.

Sebagai bankir, Achmad Baiquni terus mengasah kemampuannya dengan cara mengikuti pelatihan, kursus, dan seminar perbankan diantaranya adalah Risk Management in Retail Banking yang diadakan oleh BSMR di Belanda, Executive Training for Director yang diselenggarakan oleh The Wharton School of The University of Pennsylvania di Amerika Serikat, Bank Indonesia's Executive Risk Management Certification yang digelar oleh BSMR di Singapura.

Selain itu, ia juga pernah mengikuti Retail Banking  Conference yang diadakan oleh LAFERTY di Singapura, Asian Bankers Surveyor Program yang digelar oleh Bank of New York  di New York Amerika Serikat dan beberapa lainnya.

Untuk diketahui, pada Selasa (17/3/2015), RUPS BNI merombak hampir sebagian besar manajemen baik di jajaran komisaris maupun direksi. Untuk Wakil Direktur Utama dijabat oleh Suprajarto yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur BRI, sedangkan posisi direktur BNI lainnya adalah Rico Rizal Budidarmo, Herry Sidharta, Adi Sulistyowati, Bob Tyasika Ananta, Anggoro Eko Cahyo, Imam Budi Sarjito, dan Sutanto‎.

M‎ereka menggantikan Felia Salim (Wakil Dirut), Yap Tjay Soen (Direktur Keuangan), Krisna R.Suparto (Direktur Business Banking), Ahdi Jumhari Ludin (Direktur Hukum dan Kepatuhan), Suswoko Singoastro (Direktur Treasuri). 

Dalam hal Komisaris, RUPS juga menunjuk Mantan Menteri Ekonomi RI, Rizal Ramli menggantikan Peter B.S. Jos.

Sumber: Liputan6